Blogers SUARA INSANI yang Berbahagia. Menanam kelor bisa mudah. Kadang asal tancap dari bibit stek (cutting) bisa hidup. Namun cara ini tidak serius. Dalam bercocok tanam/budidaya ada target panen dan juga maksimalisasi percepatan panen. Jika kita sembarangan menanam kelor, hasilnya pun akan sembarangan, tidak jelas. Mari kita lakukan yang terbaik agar kelor sebagai tanaman yang baik itu menghasilkan kebaikan.
Bibit stek yang baik adalah yang sekiranya
berusia 1-2 tahun. Warna kulit pohon kelor sudah putih namun terlihat ada
kehijauan. Adapun bibit yang tua tetap bisa hidup namun terkadang terlalu lama
menghasilkan daun. Sedangkan yang masih hijau muda mungkin bisa hidup tapi
harus dengan perlakukan khusus. Usia pertengahan bibit (1-2 tahun) ini yang
paling aman dari resiko kematian atau resiko pelambatan.
Potong batang kelor memakai
gergaji agar tidak banyak batang kelor yang rusak. Ukuran panjang bisa
macam-macam. Namun yang sangat dianjurkan adalah 1 meter. Mengapa? Karena akan
lebih banyak menghasilkan panen daripada pendek 0,5. Banyak yang bagus juga
jika ditanam dengan ketinggian langsung 1,5 meter. Namun cara ini juga memiliki
resiko boros bibit.
Jika dalam musim yang tepat atau perawatan yang tepat, batang kelor
bisa menghasilkan panen hanya dalam waktu 3 bulan, selanjutnya setiap 35 hari
kita akan terus bisa memetiknya. Jika ada batang yang lambat tumbuh sebaiknya diberi perhatian khusus. Misalnya terlalu terkena terik matahari, maka harus segera dilindungi
dengan penutup. Jika tanah terlalu keras, bisa disiram lebih rutin.
Supaya hasil baik, batang kelor
jangan asal ditancap. Pastikan tanah gembur. Jika tanah liat atau padat,
buatkan lobang secukupnya untuk ruang tanah gembur dan pupuk. Akan sangat baik
kalau pada bagian akar tersebut ditambah sekam padi, atau tanah gambut hutan.
Kelor sangat cepat tumbuh bahkan tanpa pupuk di tanah gambut hutan. Masukkan
sekitar 30-35 cm ke dalam tanah. Harus kokoh, jangan sampai goyang. Sebab kalau
sering goyang sementara akar kelor termasuk lama proses berkembangnya akan
sulit hidup. Jarak tanam bisa bervariasi. Kita bisa memilih 30×50 cm, 50×50 cm,
atau lebih renggang lagi. Pastikan bagian dalam tanah tidak
ada genangan air. Jika tergenang air bisa membusuk. Tingkat kegagalan pada kelor yang masuk air
sangat tinggi. Kelor butuh air, tapi hanya aliran air yang cukup. Musim hujan
tidak perlu disiram.
Pemupukan usahakan dilakukan rutin. 3 bulan sekali barangkali
cukup. Pupuk dari daun kelor sendiri sangat baik untuk memupuk pohon kelor atau
tanaman lain. Kita bisa membuat pupuk dari daun atau kulit batang kelor dengan
melembutkan dan sampai cair. Cairan itu disemprotkan pada batang dan akar/tanah
untuk memperoleh “gizi”. Cairan tomat untuk pemupukan kelor juga cukup baik.
Pupuk sangat penting, namun kita
harus hati-hati dengan pemakaian pupuk. Pastikan pupuk kandang sudah
terfermentasi secara lama. Kering dan tidak banyak kutu atau hewan kecil yang
menggerubuti. Bisa memakan batang
Pada musim kering batang kelor harus disiram sampai menimbulkan tumbuhnya
daun. Penyiraman musim kemarau harus telaten. Usahakan lokasi di tempat yang
rimbun supaya tanah tidak terlalu kering. Kelor sangat suka dengan matahari,
namun pada masa awal tanam (antara 1-30 hari) batang kelor
bisa stres jika kelamaan terkena sinar matahari. Nanti jika sudah hidup, kelor
akan sangat kuat dengan sinar matahari.
Bersihkan rumput di sekitar pohon kelor akan sangat menganggu
pertumbuhan kelor, terutama pada masa-masa 1 tahun awal.
Menebang
kelor adalah kebaikan karena hanya dengan sering ditebang kelor akan terus
tumbuh. Bibit stek yang baik adalah yang sekiranya berusia 1,5 tahun.
#Dari Berbagai Sumber
Selamat menanam kelor.-

No comments:
Post a Comment